Posted by: Wahyu Ajiprabowo | September 19, 2009

50% Harimu Untuk Tidur

Di suatu sidang sarjana teman wanita saya yang kece, saya sempat berbincang – bincang dengan beberapa teman di lobby ruang seminar. Banyak teman disana tapi orang – orang yang saya masukkan dalam tulisan ini hanya dua orang. Mereka adalah wanita sigap, dan wanita berjilbab (bukan nama sebenarnya). Kira  – kira seperti inilah percakapannya :

WS (Wanita Sigap) : “Ji, masa si wanita berjilbab kemarin tidur 12 jam!”

AO (Aji Oke) : “so?”

WS : “Hello! Dia itu kan belom sidang. Trus itu 12 jam Ji! Lama banget!!!”

AO : “Ya mungkin TAnya udah beres, sidang juga udah siap. Gak masalah dong tidur 12 jam. Kalau soal lama, saya bisa kok tidur sampe 18 jam (padahal belom pernah dilakukan), asal saya mau.”

WS : “Astaga! Kok bisa yah? Saya mah gak bisa tidur lama – lama bgitu.”

AO : “Cupu!”

WS : “Bukan cupu. Sayang aja gitu, berarti kan dia udah menggunakan 50% hidupnya sehari untuk tidur

AO : ….(krik…krik..)

Begitulah kira – kira percakapannya. Mohon maaf jika ada bumbu – bumbu disana sini. Tapi intinya adalah tulisan yang saya bold itu. Mungkin kalau mendengar 12 jam untuk tidur kita biasa – biasa saja, tapi kalau dikonversikan ke dalam persentase ternyata cukup mengagetkan juga (untuk saya). Bayangkan saja setengah dari waktu hidupmu untuk tidur, tergeletak di kasur secara tidak produktif. Tanpa dosa pula. Coba 12 jam kita gunakan untuk belajar atau membaca buku. Udah berapa buku kita habiskan, dan sudah seberapa pintar kita setelah 12 jam tersebut? Atau nggak usah sok – soakan belajar lah. Pakai aja 12 jam untuk main game. Saya yakin udah 2 game saya tamatin….Call of Juarez sama Batman Arkham Asylum. Hahahaha!

Posted by: Wahyu Ajiprabowo | July 29, 2009

Ponggo in Memoriam (1995-2009)

Abis ngobrak-ngabrik gudang foto di rumah, trus nemu foto yg menarik. Check this out!

ponggo mandi

Bukan gwnya yang masih imut-imut ya! (hueee) Tapi 2 anjing yang lagi dimandiin itu, khususnya yang berwarna coklat, Ponggo!

Jadi inget pertengahan taun ‘95 dulu, serasa baru kemaren aja. Om gw janji mau ngasih sepasang anak anjing. Jelas, dengernya aja udah excited banget, soalnya waktu itu dirumah emang lagi nggak punya anjing. Anjing yang terakhir, Browny, udah lama mati. Paling ada anjing dirumah titipan dari tetangga. Nama Ponggo diambil dari anjing di film 101 Dalmatian. Waktu itu filmnya lagi booming bngt. waktu kecil dia gemuk banget, perutnya sampe ceper gara-gara sering tidur. Bulunya masih tipis, moncongnya masih pendek. Lucu banget lah pokoknya!

Walaupun dari lahir keluarga gw udah biasa melihara anjing, ada yg spesial dari Ponggo ini, sampai- sampai dia jadi anjing gw yang paling berkesan seumur hidup gw. Dia anjing pertama gw yang bisa gw ajarin duduk dan masuk kandang. Dia juga anjing yang gak susah buat dimandiin. Paling lucu tuh klo gw udah ngeluarin selang buat mandiin. Si Priti (anjing satu lagi) pasti langsung ngabur ke dalam kandang, takut. Ponggo malah nungguin di samping gw, duduk, minta dimandiin. Hahahaha!
Ada lagi bagian yang paling seru. Ponggo ini termasuk pemburu yang handal. Udah belasan tikus di rumah ditangkap. Mau tikusnya jauh juga tetep aja dia tau klo ada tikus. Gw yakin kucing aja kalah jago kalo soal berburu tikus. Tapi kadang berlebihan juga sih. Kucing juga kadang jadi korban. Inget banget gw suatu hari gw nemu kucing mati di halaman rumah. Yah siapa lagi yg bunuh klo gak si Ponggo…haduuhh, nguburnya itu lho….
Tapi disamping kepintarannya, dia termasuk anjing yang bandel juga. Kadang ngencigin ban mobil, buang kotoran dimana-mana, atau yg paling ngerepotin, lari dari rumah! ckck…..yah, namanya juga anjing.

Ponggo is a good friend of mine. Kadang Ponggo jadi tempat curhat gw klo lagi bete, agak freak sih, but it works! Dia tau aja klo gw ada masalah ato sedih. He just lays beside me, not sleeping but listening….wow!

Ponggo

Dogs’ lives are too short.  Their only fault, really.  ~Agnes Sligh Turnbull

Yah,  itulah kelemahan anjing, umurnya gak sepanjang manusia. Gw kaget pas denger kabar dia sakit-sakitan dan nggak mau makan. Kupingnya bengkak, bulunya rontok, pincang-pincang pula. Kalau malem kadang dia melolong kayak kesakitan. Gw miris bngt dengernya, sampe akhirnya gw sekeluarga memutuskan untuk bawa Ponggo ke dokter buat suntik mati. We tought that it was the best for him. Waktu itu gw lagi di Bandung, dan gw langsung beli tiket pulang ke Jakarta. Tapi, belom gw sampe Jakarta, gw ditelfon kakak. Dapet berita kalo Ponggo udah meninggal. Jujur, itu pertama kalinya gw sedih denger anjing gw mati. Pengen nangis rasanya, tapi untungnya bisa gw tahan.

A dog doesn’t care if you’re rich or poor, educated or illiterate, clever or dull. Give him your heart and he will give you his. ~John Grogan

Yaps, itulah alesan kenapa gw suka anjing dari dulu. Anjing nggak pernah ngeliat status kita, dia gak pernah minta macem-macem dari kita. Asal kita ngasi dia perhatian, pasti dia dengan tulus memperhatikan kita. Anjing tau gimana cara menyenangkan tuannya.

Goodbye ponggo! You’re one of a kind. Be good in heaven!

Posted by: Wahyu Ajiprabowo | April 15, 2009

Behind Those Songs

Selalu ada makna dibalik sebuah lagu

Kadang ada lagu – lagu yang memiliki makna di hidup kita…..ada yang biasa saja, ada juga yang sangat berkesan. Hanya dengan mendengar sebuah lagu bisa membawa kita merasakan kejadian – kejadian di masa lalu. Membuat kita ingin mendengar dan mendengarnya lagi.
Kalau lagu – lagu yang mengena di hidup gw? Ini dia!

Benyamin S. – Uler Gatok = Stupidity in my childhood

Andre Hehanusa – KKEB = My old guitar

Incubus – Drive = My first addiction to band

Gabrielle – Out of Reach = A moment with her (part 1)

Linkin Park – One Step Closer = Junior High School Basketball Competition

Coldplay – Yellow = My Band!

Avril Lavigne – I’m With You = Loneliness in High School

Maliq  & D’essential – Untitled = Getting close to her (part 2)

Once – Aku Mau = Being Left (part 3)

Posted by: Wahyu Ajiprabowo | March 11, 2009

EL2246 – Tugas 4

Impedansi

Impedansi merupakan nilai resistansi yang tidak murni, berbeda dengan komponen resistor yang memiliki nilai resistansi murni. Mengukur nilai impedansi tidak dapat dilakukan dengan alat – alat pengukur resistansi seperti multimeter, diperlukan alat khusus untuk mengetahui nilai impedansi secara akurat.

Impedansi Speaker

Speaker memiliki impedansi yanag artinya speaker memiliki hambatan yang dapat mengurangi performa dari output yang dihasilkan. Namun hambatan ini tidaklah terlalu berarti karena efek dari impedansi sangatlah kecil.

Impedansi pada home speaker biasanya bernilai skitar 8 ohm. Sedangkan impedansi pada speaker mobil bernilai sekitar 4 ohm.

Impedansi Headphone & Earphone

Headphone dan earphone memiliki impedansi sekitar 16-600 ohm. Semakin besar impedansi suatu headphone, maka semakin besar pula daya yang dibutuhkan. Untuk itu terdapat istilah matching untuk penggunaan headphone atau earhone. Headphone yang memiliki impedansi besar, contoh saja sampai 200 ohm, tidak akan bisa mendengarkan lagu dari mp3 player yang memiliki daya rendah.

Teorema Transfer Daya Maksimum

Transfer daya maksimum terjadi bila resistansi sumber sama dengan resistansi beban. Baik dipasang seri dengan sumber tegangan maupun dipasang paralel dengan sumber arus.

Dalam kasus penggunaan headphone, transfer daya maksimum terjadi jika resistansi headphone sama dengan resistansi pada sumber suara. Jika dua headphone yang memiliki impedansi sama dirangkai secara paralel pada satu sumber, maka resistansinya akan menjadi setengahnya. Hal ini menyebabkan daya yang dibutuhkan oleh headphone menjadi lebih kecil pula.

Sedangkan pada kasus dua headphone uang dirangkai secara seri pada satu sumber, beban akan berlipat menjadi dua kali. Beban yang berlipat ini akan menyebabkan daya yang dibutuhkan juga menjadi dua kali lipat.

Sumber :

http://www.mail-archive.com/elpop-audio@yahoogroups.com/msg00170.html
http://otostereo.info/home.php?link=article&a_id=297
http://mugi-te.web.ugm.ac.id/theorema%20rangkaian.html
Posted by: Wahyu Ajiprabowo | March 10, 2009

Sate Klatak di Depok, Wow!

Udah lama sebenernya saya menggemari sate klatak. Sate kambing unik yang berasal dari daerah Imogiri Yogyakarta. Makanan ini adalah makanan wajib yang harus saya cicipi kalau pergi ke Jogja. Ya setau saya emang nggak ada lagi warung sate klatak selain disana, sampai saya menemukan warung yang serupa di daerah Beji, Depok. Nama jalannya Haji Asmawi kalau nggak salah.

sajian

Hal yang unik dari sate ini ialah bentuk penyajian dan rasanya yang khas. Satu porsi sate klatak terdiri dari dua tusuk sate kambing dan dilengkapi dengan kuah gulai. Hmm, awalnya saya mikir, kenyang nggak ya makan sate dua tusuk doang? Tapi ternyata dua tusuk itu terdiri dari daging kambing yang besar – besar. Ya cukup besar lah kalau dibandingin sama sate – sate biasa. Trus ada lagi yg lebih unik, yaitu tusuk satenya. Bukan tusuk sate dari kayu atau bambu yg biasa kita temuin, tapi tusuknya terbuat dari baja, entahlah dapet dari mana tu ide make tusuk bgituan.

Soal rasa…wuih, maknyuss!!! Makan sate klatak emang paling enak dimakan langsung tanpa bumbu apapun kayak kecap atau sambel. Walaupun dikasi kuah gulai, tetep aja saya makan tu sate langsung. Kuahnya malah saya kasi ke nasinya. Ni sate emang gurih banget, walaupun sate kambing tapi dagingnya nggak bau kambing sama skali, mantab! Ya biasa lah kalau kita makan daging kambing yang masaknya nggak bener pasti ada bau prengus yang kecium. Menu – menu lainnya juga nggak kalah oke. Pernah nyicipin tongseng (atau gulai ya?) yang dipesen sama nyokap, enak juga kok! Dan terakhir saya kesana ada menu baru,  “sate ayam klatak”. Hmm, makin aneh aja ya…hohoho….

Yeah!

Yeah!

Wah, kalau udah tau bgini, nggak usah jauh – jauh lagi ke Jogja buat makan ni sate favorit. Tinggal ngesot aja ke Depok, paling sejam kurang dari Benhil.
Pernah juga nih makan sate klatak bareng Gina, itu lho Gina yang suka di Trans TV, yang biasa jadi Jeng Kelin. Padahal doi jarang banget makan kambing, pas disuruh nyicip taunya malah suka….promosi berhasil! Hahahaha…..

Gina 'n Mbak endah

Gina 'n Mbak endah

Posted by: Wahyu Ajiprabowo | March 7, 2009

Mari Berkebun!

Siang ini saya pergi ke Cibubur. Dsana ada pameran Flora&Fauna dari Trubus. Keluarga saya paling rajin nih nonton acara beginian. Awalnya emang kita mau hunting tanaman buat di rumah dan kalau beruntung siapa tau bisa beli anjing yang bagus buat nemenin priti. Sayangnya ternyata pamerannya gak terlalu besar, malah terkesan seadanya. Masak nggak ada yang jual anjing, ckck…. Jauh lah kalau dibandingin sama pameran Flora&Fauna yang biasa di Lapangan Banteng.

Jeruk Lemon Tea setelah dipotkan

Jeruk Lemon Tea setelah dipotkan

Akhirnya saya membeli 2 jenis tanaman, Jeruk Lemon Tea alias Jeruk Nipis Tanpa Biji dan Kelengkeng Aroma Durian. Kelengkeng aroma durian ini cukup menarik yah, kebetulan saya baru tau juga begitu disana. Buahnya nggak kayak kelengkeng biasa yang warnanya coklat. Kelengkeng Aroma Durian warna buahnya agak keputih – putihan. Udah gitu bijinya kecil, nggak kayak Kelengkeng Pingpong yang gede-gede. Tapi saya masi gak ngerti knapa disebut Aroma Durian. Ada yang tau?

Daun2 dikumpulin buat pupuk kompos

Daun2 dikumpulin buat pupuk kompos

Sampai di rumah langsung aja ditanam di pot, maklum rumah saya halamannya kecil jadi tanaman-tanamannya kebanyakan di pot. KAlau kata yang jual sih kelengkeng bakal keluar buah sekitar 2 tahun, tapi kalu ditanam di pot bisa cuma 1 tahun. Jelas lebih sebentar, soalnya kan kalau di pot akar-akar dari tanamannya ngumpul dan makanan maupun air gak perlu jauh-jauh untuk diserap. Stelah selesai dengan dua tanaman baru, saya, Bapak dan Sigit langsung melakukan rutinitas berkebun. Bapak motongin dahan tanaman jambu bol biar cepet berbuah, saya motongin daun n ngumpulin buat dijadiin pupuk kompos, Sigit nyiramin tanaman. Tapi kok ada Priti yah?

Bapak metikin dahan Jambu Bol

Bapak metikin dahan Jambu Bol

Keluarga saya emang senengnya berkebun. Dari kecil saya selalu diajakngurusin taneman sama Bonyok. Kalo lagi jalan-jalan sering banget dikasi trivia tentang tanaman. Mulai dari jenis-jenis tanaman, bentuk-bentuk daun, sampe buah-buahnya. Sayangnya saya payah banget klo soal nginget-nginget begituan….dikasi tau siang, malem udah lupa…maap ya!

Priti nggak mau kalah

Priti nggak mau kalah

Posted by: Wahyu Ajiprabowo | February 27, 2009

Modul Praktikum Korban Kurikulim Baru

Males banget nih, gini hari dsuruh bikin modul praktikum. Ya emang udah tugas asisten sih buat ngurusin modul praktikum, tapi modul kali ini gak kayak biasanya, ini adalah modul hasil dari korban perubahan kurikulum di prodi saya….hohoho…

Jadi begini ceritanya. Di PTX 2 itu (bukan nama praktikum sebenarnya), LSIX (bukan nama lab sebenarnya) kebagian tiga modul untuk ditanganin. Nah, tiga modul itu berdasarkan tiga mata kuliah yang ada di prodi. Namun sayangnya, gara2 perubahan struktur kurikulum, mata kuliah – mata kuliah yang berhunbungan dengan modul ini dijadwalkan untuk diambil setelah praktikum berlangsung. So masalahnya dimana? Ya jelas, berarti para asisten kudu menjelaskan semua materi yang berhubungan dengan praktikum sejelas – jelasnya. Lha wong praktikan belom dapet kuliahnya…..

Makanya nih, skarang saya lagi bingung gmana caranya ngupgrade modul biar jelas buat praktikan. Mana si koord modul udah ngejar – ngejar terus…Ampun Bang Jex! (bukan nama koord modul sebenarnya). Tapi yasudalah, resiko jadi asisten. Anggep aja emang lagi sial…..toh yg sial jg bukan saya aja, praktikan pun ikut kena sial. Ayo semangat semuanya! Namanya juga TX! (bukan nama prodi sebenarnya) Prodi keren yang paling ahli bikin repot mahasiswanya…hehe…..

Mudah – mudahan prodi dapat lebih bijak menyikapi hal ini kedepannya. Ini demi kemaslahatan dunia pendidikan kita semua. :D

Posted by: Wahyu Ajiprabowo | February 25, 2009

EL2246 – Tugas 2

Tegangan (Electrical Voltage)

Tegangan merupakan perbedaan potensial listrik antara dua titik pada suatu rangkaian listrik. Perbedaan potensial yang ada dapat juga dikatakan sebagai kemampuan/energi untuk memindahkan muatan dari suatu titik (kutub) ke titik lainnya. Secara singkatnya, tegangan ialah energi per satuan muatan. Tegangan listrik memiliki satuan yaitu volt, sedangakan simbolnya adalah V.

Rumus Tegangan

V = IR

V= tegangan listrik (V) , I = Arus listrik (A) , R = Hambatan (Ω)

Alat Pengukuran

Tegangan listrik dapat diukur dengan suatu alat yang disebut voltmeter. Alat ini bekerja berdasarkan Hukum OHM, yaitu dengan mengukur arus yang bergerak melewati sebuah resistor. Sebuah multimeter memiliki fungsi  voltmeter di dalamnya.

Voltmeter digital

Voltmeter digital

Arus (Electrical Current)

Arus listrik merupakan pergerakan kelompok partikel bermuatan listrik dalam suatu arah tertentu. Arus listrik mengalir dalam suatu konduktor adalah dari potensial tinggi ke potensial rendah. Seara singkat arus listrik dapat didefinisikan sebagai banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Satuan SI untuk arus listrik adalah Ampere dan memiliki simbol A.

Arus terbagi dua menjadi arus searah (direct current atau DC) dan arus bolak – balik (alternate current atau AC). Arus searah merupakan aliran elektron dari suatu titik yang memilki potensial tinggi ke potensialnya lebih rendah. Sumber arus searah biasanya adalah baterai (termasuk aki). Sedangkan arus bolak – balik ialah arus listrik dimana arah dan besaranya arus berubah – ubah secara bolak – balik. Secara umum listrik bolak – balik merupakan penyaluran listrik dari sumbernya (PLN) ke kantor – kantor dan rumah penduduk.

Rumus Arus

rumus-arus3

Q = jumlah muatan listrik
t  = waktu (s)

rumus-arus21

V = tegangan listrik (V)
R = hambatan (Ω)

Alat Pengukuran

Alat untuk mengukur arus listrik disebut juga Amperemeter.

Amperemeter Digital

Amperemeter Digital

Daya Listrik (Electrical Power)

Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik. Daya listrik terjadi karena adanya tegangan dan arus listrik. Biasanya daya listrik diberi satuan watt dan dilambangkan dengan P, berasal dari kata Power.

Rumus Daya

Besar daya bisa didapatkan dengan mengetahui besar tegangan, arus dan hambatan.

daya12

atau daya22

atau daya31

V = tegangan listrik (V)
R = hambatan (Ω)
I  = arus listrik (A)

Sumber :

http://en.wikipedia.org/
http://id.wikipedia.org/

http://kakeko.wordpress.com/
Posted by: Wahyu Ajiprabowo | February 23, 2009

Jajaka (Jalan – Jalan Kelas Tiga)

Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 21 Febuari 2009, gw dan teman-teman kelas tiga lainnya melakukan JAJAKA! Sekedar buat refreshing aja sih…sekalian kumpul-kumpul mengenang masa-masa bersama di kelas tiga dulu…hoho…
Berlokasi di sebuah vila yang terletak di Istana Bunga Bandung. Cuaca sepanjang hari mendung terus, dan dingin bngt!

Awal- awal disana kirain acara bakal garing, tapi semua pikiran musnah begitu Elen, Kocil, Caca, Shany n Caur membuat games yg oke punya!
Entah kenapa mereka membuat kelompok – kelompok dengan nama binatang – binatang. Sialnya gw dapet kelompok monyet dan harus sering kali bersuara “nguk, nguk!”, sial! Tapi gpp, yang penting kelompok gw menang di semua sesi lomba, hidup monyet!
Ada nih kelompok yang makan “kurban”, maksudnya kurban ni harfiah lho! Liat aja foto di bawah ini….

sembelih sapi medan

sembelih sapi medan

Keesokan harinya kebanyakan hanya bermalas-malasan sampe siang. Dan acara ditutup dengan sharing – sharing. Sebelom pulang gw jg sempet foto-foto di depan vila.

Oke banget lah kelas-3! Kapan-kapan harus diadain lagi nih Jajaka. Tapi susah jg pastinya klo ud pada lulus…gpp deh, yg penting niat dulu, hehe..
C u guys!

Geng mobil Elen

Geng mobil Elen

Posted by: Wahyu Ajiprabowo | February 18, 2009

Tugas Elektronika Industri : “kesetrum”

Kesetrum….bbbzzztt!!!

Pernah ngerasain kesetrum? Bagaimanakah sensasinya? Feeling good? Or the other way, bad? Mungkin sulit di jaman sekarang ini menemukan orang yang belum pernah ngerasain pahit manisnya kesetrum….
Walaupun hampir semua orang pernah kesetrum, namun tidak banyak orang yang mengetahui kenapa kesetrum itu bisa terjadi, apa penyebabnya, dan juga tindakan – tidakan apa yang harus dilakukan jika kita kestrum. Dalam tulisan kali ini saya akan mencoba menjelaskan segala yang saya tau tentang kesetrum. Semoga dapat bermanfaat bagi yang membaca!

Apa itu kesetrum?
Kesetrum terjadi ketika terdapat kontak antara seseorang dengan sebuah sumber listrik yang cukup tinggi sehingga terjadi aliran listrik pada tubuh orang tersebut dan menyebabkan suatu kejutan (shock). Jadi jika sesorang hanya berkontak langsung dengan sumber listrik namun tidak terjadi sebuah kejutan, hal tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kesetrum.

Apakah kesetrum berbahaya?
Kesetrum dapat dikatakan berbahaya namun dapat juga dikatakan tidak berbahaya sama sekali (dalam suatu kasus malah dapat dikatakan menguntungan). Efek yang dihasilkan dapat hanya berupa kejutan sesaat sampai dengan menghilangkan nyawa seseorang (kejutan yang menyedihkan).

So, kesetrum seperti apa yaang aman ataupun yang berbahaya?
Pengaruh dari kesetrum berbeda – beda tergantung dari tegangan, lama, arus, frekuensi, dll.
Jumlah minimal arus listrik yang dapat dirasakan oleh manusia adalah 5miliampere (5mA) sampai dengan 10mA  untuk arus searah (DC)
dan 1mA sampai dengan 10mA pada frekuensi 60Hz. Arus listrik yang mencapai 100mA dapat sangat berbahaya bila mengalir melalui bagian – bagian tubuh yang sangat sensitif seperti jantung.

Pertolongan pertama untuk korban kesetrum
Kalau sampai ada teman yang menjadi korban tersetrum, hati – hati! Jangan sampai anda menjadi korban kedua setelahnya. Jika kejadian berlangsung di dalam ruangan, sebaiknya anda mematikan terlebih dahulu sumber listrik yang menyuplai listri ke dalam ruangan. Jika anda tidak sempat untuk melakukan hal tersebut, jangan sentuh langsung korban, tapi cari tempat berpijak yang tidak dapat menghantarkan listrik (nonconducting surface) seperti plastik dan kayu. Lalu gunakan alat yang juga tidak dapat menghantarkan listrik untuk memisahkan korban dari sumber istrik.
Khusus untuk kasus korban tersengat listrik lebih dari 500volt, sebaiknya setelah korban terlepas dari sumber listrik langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sumber

http://en.wikipedia.org/wiki/Electric_shock

http://www.firstaidtopics.com/id/electric-shock/

http://www.emedicinehealth.com/electric_shock/article_em.htm#Electric Shock Overview

Older Posts »

Categories