Posted by: Wahyu Ajiprabowo | February 15, 2010

Bedanya Pemalas Tanpa Ambisi dan Pemalas Dengan Ambisi

Malas sudah menjadi masalah setiap hari bagi manusia. Malas tidak memandang bulu, baik itu orang kaya, orang miskin, orang ganteng, orang pintar, pasti pernah atau sering merasakan malas. Malas seperti datang begitu saja tanpa diundang. Ketika kita ingin melakukan sesuatu, bak halilintar disiang bolong, malas datang untuk menghambat kita melakukan itu. Entah bagaimana asal mulanya, yang jelas setiap manusia pasti pernah disebut pemalas.

Baiklah, saya tidak ingin membicarakan orang-orang yang telah berhasil melawan kemalasannya. Orang-orang yang bisa mengalihkan kemalasannya menjadi sesuatu yang produktif. Tapi saya lebih tertarik membahas orang malas itu sendiri. Karena menurut pendapat saya ada perbedaan jenis antara para pemalas yang ada di dunia ini. Jenis yang pertama adalah orang pemalas yang tidak memiliki ambisi dan yang kedua adalah pemalas yang memiliki ambisi hidup yang tinggi. Apa saja perbedaannya?

Pemalas yang tidak memiliki ambisi akan menghabiskan waktunya untuk berleha-leha atau bermalas-malasan tanpa memikirkan efeknya. Dalam ini orang pemalas jenis ini hanya ada kemauan untuk menuruti hati nurani, yaitu tidak melakukan apa-apa. Bisa dibilang pemalas jenis ini hidup lebih bahagia jika dibandingnkan dengan pemalas yang memiliki ambisi (nanti akan kita bahas). Pemalas tanpa ambisi hidupnya akan mengalir seperti air. Kemana hati nuraninya berkata, disitulah ia berada. Orang ini tidak akan stress akan kegagalan-kegalan yang ia lakukan dan tidak pernah mempermasalahkan statusnya sebagai pemalas (yang jelas-jelas salah).

Pemalas jenis kedua yaitu pemalas yang memiliki ambisi tinggi. Yang dimaksud memiliki ambisi adalah pemalas ini sebenarnya memiliki mimpi-mimpi yang ingin ia capai. Sesuatu yang ingin ia dapatkan namun jelas tidak mungkin ia dapatkan karena dia adalah seorang pemalas. Keseharian dalam hidupnya tidak jauh dari pemalas tanpa ambisi, yaitu berleha-leha atau bermalas-malasan. Tapi ada perbedaan yang mencolok yaitu tingkat emosinya. Pemalas dengan ambisi akan selalu menyesali segala sesuatu yang ia lewati (karena selalu bermalas-malasan). Orang ini hidupnya akan diisi dengan tingkat kesestressan yang tinggi. Kegagalan-kegagalan dalam hidupnya akan selalu ia permasalahkan, namun ia tidak berusaha mengubahnya karena memang dia adalah seorang pemalas. Bisa dibilang orang ini adalah NATO (No Action Talk Only).

Apakah anda adalah seorang pemalas? Jika ya, termasuk jenis yang manakah anda?

Saya menulis ini tidak lain karena memang saat ini saya sedang dilanda kemalasan. Jujur memang saya seorang pemalas dan saya selalu menyesali itu. Betul! Saya adalah seorang pemalas dengan ambisi. Banyak cara untuk mengatasi kemalasan, dan yang paling banyak dibicarakan orang adalah “obat kemalasan ialah semangat dan kemauan yang tinggi dan datang dari diri sendiri”. Jelas, lebih mudah berbicara daripada melakukan….


Responses

  1. Wah bener bgt tuh ji.. More easy to say than doing something…

  2. hahahahaaa……agak kurang setuju dengan NATO nya….

  3. wow…. kalau aku ini jenis pemalas yang bagaimana Sob… coba ditelisik terlebih dahulu perihal “malas”nya aku ini sob…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: